Kejuaraan Dunia Taekwondo 2017 Telah Dimulai

INTEGRITAS, ketekunan, pengendalian diri, dan kegigihan adalah hal-hal yang akan kita saksikan pada Kejuaraan Dunia Taekwondo 2017. Tak ketinggalan, akan kita saksikan pula sikutan dan tendangan memutar yang impresif.

Demikianlah dua kalimat pembuka yang disampaikan Google dalam rangka turut menyambut Kejuaraan Dunia Taekwondo 2017 di Muju, Korea Selatan pada 24-30 Juni 2017 ini. Google pun memasang google doodle hari ini untuk memeriahkannya.

Kejuaraan Dunia Taekwondo 2017 diselenggarakan setiap tahun oleh Federasi Taekowndo Dunia, WTF, sejak 1973 silam.

 

Selain dipertandingkan saat Olimpiade, Kejuaraan Dunia Taekwondo merupakan ajang paling bergengsi olahraga bela diri tersebut.

Selama tujuh hari, akan sangat banyak tendangan serta pukulan yang diperagakan para atlet terbaik dari berbagai negara. Waktu penyelenggaraannya memang lebih lama dari pertandingan taekwondo di Olimpiade yang hanya 4 hari.

Para atlet bertalenta tinggi, kali ini akan membawa nama baik untuk dirinya sendiri selain tentu saja mengusung bendera negara asalnya. Ajang ini juga menjadi pemanasan dan tolok ukur sebelum berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Nilai-nilai filosofi

Taekwondo adalah olahraga bela diri yang penuh dengan kontak fisik. Namun sejatinya olahraga ini punya nilai filosofi yang menitikberatkan terciptanya perikehidupan yang damai.

Dengan berlandaskan nilai-nilai saling menghargai, kemanusiaan, dan pengendalian individu, mereka yang menekuni taekwondo adalah orang-orang yang menginspirasi masyarakat melalui sikap dan perilaku adiluhung.

Kebersamaan dan keragaman

Dalam google doodle hari ini, seniman grafik Google menciptakan google doodle yang terilhami semangat kebersamaan dan keragaman dalam Kejuaraan Dunia Taekwondo 2017. Hal itulah yang berusaha disampaikannya kepada dunia.

Google doodle Kejuaraan Dunia Taekwondo 2017 hanya bisa disaksikan pengakses mesin perambah Google di sejumlah negara. Selain Korea Selatan selaku tuan rumah dan Indonesia, negara lainnya adalah Rusia, Islandia, Swedia, Jerman, Austria, Yunani, Portugal, Argentina, Kuba, serta sejumlah negara di tekuk Balkan.

Saat para atlet dengan beragam warna kulit, usia, dan gender bertarung, kita seolah diingatkan bahwa ada segunung nilai seni yang juga mereka tampilkan.

Siapakah yang akan muncul sebagai juara dunia tahun ini? Mari kita saksikan bersama. sewutelu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Sewu Telu | Sewutelu.com © 2017
Sewu telu adalah sebuah website yang kami buat untuk sarana informasi dan berbagi pengalaman